Aku. Aku. Aku.
Diam hampa kumelihat
Cermin hati yang membenci
Kobaran api kedengkian
Membakar hati yang tipis
Ijinkanku menangis dalam diam
Tenggelam dalam genangan
Kuberharap peluh dan airmata
Memberikan segenap kemampuannya
Untuk ku sejenak melihat
Dalam kedamaian dunia
Kuundang kau datang, wahai wujud kedamaian
Padamkan kobaran api kebencian
Yang membakar seluruh bagian tubuh ini
Melihat dalam gelap
Mendengar dalam bising
Menangis dalam sunyi
Meratap dalam hampa
Dan lalu kubertanya.
Adakah terang dalam ruang?
Monday, April 03, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment