Sunday, April 16, 2006

Bintang Timur

Aku terpuruk………… mati oleh tatapmu.
Aku terdiam…………… beku oleh pesonamu
Aku terbakar………….. leleh oleh suaramu

Mungkinkah … dia?
Kupu-kupu kecil ini berusaha menggapai bintang timur.

Sempat bertemu dalam kejapan laju bintang jatuh, yang mempersilahkan sayap ini menumpang pada bahunya untuk sejenak bertatap dengan bintang timur.

Saat itu terasa seperti zat adiktif yang rasanya terus meminta untuk kembali. Akankah bertemu lagi untuk kedua kalinya wahai bintang timur?
Haruskah tiap kerinduan mengorbankan serpihan sayap kecilku ini?
Mungkinkah kita bertemu dalam jejak yang sama? Bukan hanya sekedar melintas, namun sejenak berjalan bersama tanpa batas? Mampukah sayap kecilku ini menahan arus udara yang bergerak dengan cepat seiring bersinarnya dirimu?

Dapatkah semua pertanyaan ini kau jawab wahai bintang timur? Atau haruskah kubertanya pada kakek waktu?

Note: Knapa bintang timur? Karena walaupun pagi menjelang ia tetap bersinar dengan terang.

No comments: