Wednesday, March 22, 2006

Menjamu Malam

Berpikir dalam detak waktu, sekian menit terlewati dalam penat
kapan berakhir dengan sukacita? Hingga kini hanya lelah yang mendampingi
setiap saat berkelit dalam ruang hampa bernama kreativitas

hampa? Karena terlalu banyak sesuatu yang memiliki kesempatan namun terlewati begitu saja dalam arus waktu, hingga lenyap tak berbatas.
sekian detik kembali berlalu, memapah sepotong jiwa ini untuk tetap berkelit.
meminta dengan hormat agar waktu berhenti sesaat, hingga raga ini dapat beristirahat sejenak.

Keabsahan kata sudah tak bermakna, yang ada hanya barisan huruf terlihat abstrak tanpa busana. Semua terserap dalam angin kematangan pikiran. pikiran siapa? Pikiran yang melebihi semua bentuk pemikiran manusia. Loncatan kuantum.
Ingin sekali merasakan berada dalam pusaran relativitas saat kejadian itu berlangsung, terhanyut dalam keabstrakan dunia. dunia apa?

Dunia dimana setiap individu tak perlu berpikir untuk mencapai sesuatu yang solid.
Dimana pemikiran merupakan bunga mimpi abadi, karena tanpa berpikir segala sesuatu telah berpijak pada tempatnya. memberikan tempat pada setiap pribadi, luas tak berbatas.
Beribu-ribu awan, berjuta-juta bintang. Sejauh kilatan cahaya, sedekat kedipan mata.

Kembali pada dunia nyata, semua terlampaui jejak waktu yang semakin terkikis. Masih berharap senja belum tenggelam ketika sampai di rumah.

bersantai di kamar mungil
bermain dengan pencuri kecil
bercengkrama bersama mama
bergumul dengan roh-ku terdalam

berharap ia datang di saat tak terduga,
menyejukkan hati, menghangatkan jiwa.

No comments: