Jika hidup adalah ilusi, lalu cinta itu apa?
Cinta itu suatu relativitas yang tak terdefinisikan secara objektif maupun subjektif. Cinta hanya mengalami suatu bentuk bagian dari hidup yang dapat terjawab oleh pengalaman
Cinta hanya ada apabila sepotong jiwa menemukan potongan jiwa yang hilang. Lalu bilamanakah cinta dibenci maupun dilupakan?
Sebab yang bertemu dan menyatu bukanlah jiwa, tetapi ego. Pada tingkat ego orang tidak dapat memihak pada organisme yang utuh melainkan hanya pada sebagian perwujudan mental organisme, yang dikenal sebagai citra diri atau ego. Diri yang tak berwujud ini dianggap berbeda di dalam tubuh, dan karena itulah orang akan mengatakan, “Saya memiliki tubuh”, bukannya “Saya adalah tubuh”[1].
[1] Tingkat Ego merupakan tingkat dasar dari empat tingkat kesadaran yang diajukan oleh Ken Wilber, yaitu terdiri dari tingkat ego, tingkat biososial, tingkat eksistensial dan tingkat transpersonal.
Friday, May 21, 2004
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment